1. Bentuk Kegiatan
Adapun bentuk kegiatan Konferensi Internasional bidang Kesejahteraan Sosial di Wilayah ASEAN ini adalah dengan mengadakan pertemuan secara bilateral dimana dalam pertemuan itu akan diangkat isu-isu mengenai kelanjut-usiaan, penanggulangan bencana, perlindungan pekerja migran, kesejahteraan anak, pendidikan dan profesi pekerjaan sosial, tanggung jawab sosial perusahaan, dan disabilitas yang akan dibagi ke dalam tiga Sesi Plenary dan beberapa sesi paralel. Pertunjukan seni juga akan ditampilkan pada saat setelah Gala Dinner. Selain itu Peserta Konferensi juga akan mengunjungi Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial, Universitas Pajajaran, dan Saung Angklung Mang Ujo di Bandung, The John Fawcett Foundation (Yayasan Kemanusiaan Indonesia) dan KUBE Bangli di Bali, The 4th International KSN Expo 2011 di Jakarta Convetion Center, dan Free Time Schedule.
2. Rincian Kegiatan
a. Deskripsi Kegiatan
Cetak biru Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community/ASCC Blueprint) menjadi semakin relevan jika dikaitkan dengan kesepakatan Negara-negara ASEAN untuk memulai sistem perdagangan bebas yang melibatkan juga China dan India. Kerangka kerjasama perdagangan Bebas ASEAN plus telah resmi dimulai pada 2010. Kerjasama ekonomi regional ini memungkinkan arus dan volume pertukaran komoditas dan modal antar Negara yang terlibat semakin tinggi. Pada gilirannya pasar bebas ini dapat membantu penciptaan lapangan kerja di dalam negeri, peningkatan kuantitas dan kualitas produksi dalam negeri, dan efisiensi transaksi yang akan bermuara pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kemakmuran bersama. Kendati demikian, desain kerjasama pasar bebas regional tentu tidak seratus persen aman dari resiko. Sebagaimana terjadi di Eropa dan Amerika Utara (NAFTA), perdagangan bebas regional juga mensyaratkan infrastruktur kebijakan sosial regional. Ia menjadi jaring pengaman untuk mengurangi resiko terjadinya masalah sosial akibat kebijakan perdagangan bebas tersebut.
Dalam konteks itulah, baik pemerintah maupun masyarakat ASEAN perlu mulai memikirkan beberapa isu dasar seperti: Apa saja resiko sosial dari pelaksanaan pasar bebas ASEAN plus Cina dan India? Perlukah Negara-negara ASEAN membangun kerangka dasar bersama untuk mencegah dan menangani masalah-masalah sosial kemanusiaan akibat dari kebijakan pasar bebas ASEAN saat ini? Jika diperlukan, bagaimana kerangka kebijakan sosial regional ASEAN bisa dirancang dan dilaksanakan? Bagaimana Pekerja Sosial dan Pendidikan Pekerja Sosial dan lembaga-lembaga pelayanan sosial di ASEAN dapat membangun kerangka aksi bersama untuk menjawab masalah-masalah sosial yang berdimensi regional? Konferensi ini akan mengeksplorasi pemikiran dan hasil-hasil penelitian mengenai beberapa masalah di atas dari sejumlah pemikir dan peneliti kebijakan sosial dan pekerjaan sosial dari Negara-negara ASEAN dan Asia.
Konferensi Internasional bidang Kesejahteraan Sosial di wilayah ASEAN diharapkan dapat dilakukan secara regular dua tahunan. Dengan demikian, konferensi ini merupakan pertemuan pertama.
b. Tujuan
- Mengidentifikasi potensi resiko masalah sosial sebagai dampak dari kebijakan pasar bebas ASEAN plus Cina dan India dalam kerangka ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC);
- Mengeksplorasi kerangka kebijakan kesejahteraan sosial regional guna mengurangi resiko masalah sosial akibat perdagangan bebas ASEAN plus Cina dan India;
- Menghasilkan rumusan pemikiran dan agenda bersama Negara-negara ASEAN di bidang kesejahteraan sosial sebagai masukan bagi agenda pertemuan kepala-kepala Negara ASEAN.
- Mengidentifikasi agenda kerjasama antar pekerja sosial, lembaga-lembaga pendidikan pekerjaan sosial dan lembaga-lembaga pelayanan sosial untuk menangani potensi orang-orang yang terdampak di wilayah ASEAN.